WASPADAI Penipuan Mengatasnamakan Dinas Pendidikan Nasional “Tuk Para Dosen Hati-hati Dengan Hipnotis Bertameng Pelatihan”

Semakin bertambah zaman, ternyata peningkatan teknologi dijadikan oleh sekelompok orang sebagai kendaraan untuk melakukan kejahatan. Cerita ini miris sekali karena dilakukan oleh oknum yang tidak bertangungjawab dengan mengatasnamakan Dinas Pendidikan Nasional dan penting dibaca terutama untuk para pendidik, agar tidak terulang lagi pada pendidik /dosen yang lainnya. Salah satu staf STIKES PHI bernama Fatmawati, SKM, MKes (panggilan: Fat) pada hari Rabu, tanggal 24 Juni 2009 pukul 14.36 WIB menerima panggilan dari ponselnya (tertera: +6285287943777).  Penelpon tersebut mengaku bernama Ir.Aidil Ma’arif, SE dan memberikan informasi bahwa bu Fatma terpilih untuk diberikan Bimbingan Ujian Sertifikasi Guru dan Dosen pada tanggal 27 – 28 Juni 2009 Pukul 09.00 WIB s/d selesai.

Oknum tersebut meminta no fax kantor STIKES PHI, tidak lama kemudian surat dengan kop surat: Departemen Pendidikan Republik Indonesia  Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Alamat Kantor Jl. Jend Sudiman Pintu I Senayan – Jakarta Pusat, Telp.(021)30804517 Fax.(021)31931418 telah difax ke kampus STIKES PHI (tertera informasi fax: DEPDIKNAS RI, 02131931418).

Isi surat menyatakan  bahwa : Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendudukan dan Tenaga Kependidikan  dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas akan melaksanakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) sebagai alur prioritas Uji Kelayakan Program Sertifikasi Guru & Dosen Tahun 2009, melalui kegiatan “Bimbingan Pedoman Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Guru & Dosen Tahun 2009” (Keynotespeaker: Menteri Pendidikan Nasional RI). Kegiatan diselenggarakan pada Hari Sabtu-Minggu, tanggal 27-28 Juni 2009 Pukul 09.00 WIB s/d selesai. Bertempat di Hotel Shangri-La, Kota Jl. Jenderal Soedirman, Jakarta Pusat. Mengingat pentingnya materi kegiatan dan terbatasnya Peserta yang diundang (maksimal 100 orang), maka bagi calon peserta yang telah menerima surat pemberitahuan yang bersifat Undangan ini, agar segera menghubungi: Ir. Aidil Ma’arif, SE, telp: 021-30804517 Ext.2547, selambat-lambatnya satu hari setelah surat ini diterima, untuk keperluan Pendaftaran dan Pemberitahuan Nomor Peserta. Insentif Biaya, Insentif Biaya Transportasi, Akomodasi Hotel selama Peserta mengikuti kegiatan sepenuhnya ditanggung oleh Tim Pelaksana Bimbingan Unjian Sertifikasi Guru & Dosen, yang akan ditransfer langsung ke Rekening Bank masing-masing Peserta.

Tidak lama setelah terima fax, oknum (masih dengan no hp yang sama) kembali menghubungi bu fat dan mengatakan pada bu fat agar segera ke BRI karena dinas pendidikan untuk tahun ini memberikan Insentif Biaya, Insentif Biaya Transportasi, Akomodasi Hotel langsung ke rekening peserta, selanjutnya oknum mengirim sms dengan no yang sama, isi sms: “Ibu segera ke ATM BRI untuk pengaktifan No Peserta B-0325/0078/2009/BUSD”. Dan seperti telah terhipnotis, bu fat dengan segera menuju atm BRI, sesampai di ATM BRI, oknum kembali menghubungi bu fat, dan memberikan berbagai petunjuk, bu fat menurut saja, namun entah bagaimana akhirnya bu fat pindah ke  ATM BSM, dan terus mendengarkan instruksi dari oknum tersebut, hingga ATM mengeluarkan struk. Oknum meminta struk tersebut difotokopi perbesar dan dikirim melalui fax ke no 021 31931418. Belum lama tiba-tiba ada yang menelpon bu fat (021 31931418) dan mengatakan bahwa ini adalah rumah tangga, mungkin salah kirim. Tiba-tiba bu Fat baru tersadar semua, dan ketika dicek struk dari ATM tertera bahwa Fatmawati Usman telah transfer uang sejumlah Rp 2.429.012,- Ke Bank BNI, No Rek: 016087532, atas nama BPK RAMELAN. Tak ayal lagi, sekujur tubuh bu Fat langsung lemas. Dalam satu hari saja, pikirannya sudah dipermainkan oleh orang yang tak bertanggungjawab. Penggunaan kekuatan pikiran ‘hipnotis’ melalui teknologi.

Dihimbau kepada para guru dan dosen, agar bersikap waspada terhadap surat yang berasal dari instansi lain yang mengundang untuk keperluan pelatihan dll, dan untuk diselidiki betul-betul ke instansi terkait mengenai kebenaran isi surat tersebut. Bukan curiga berlebihan, namun apa salahnya untuk bersikap lebih waspada.

(by: Admin)

(Admin: “Coba kayak Romi Rafael kan berguna untuk orang banyak, jadi ajang tontonan hiburan”)

%d blogger menyukai ini: